Senin, 20 Juni 2011

nutrisi pada bayi

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Pendahuluan
Masa pertumbuhan ditandai oleh pertumbuhan yang cepat dan protein tinggi,vitamin,mineral,dan kebutuhan energi.Rata-rata berat badan lahir dari bayi amerika adalah 3,2 hingga 3,4 kg.Bayi biasanya menambah berat badannya menjadi dua kali lipat pada saat berusia 4 hingga 5 bulan dan tiga kali lipat pada usia 1 tahun.Asupan energi kira-kira 108 kkal/kg berat badan yang diperlukan pada satu setengah masa pertumbuhan dan 98 kkal/kg pada dua setengah (food and nutrition board,1989).Waktu penuh bayi baru lahir dapat mencerna dan mengabsorpsi karbohidat,protein sederhana dan jumlah sedang dari lemak yang dielmusi

  1. Latar Belakang
Kebutuhan nutrisi yang baik dan cukup seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak karena faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal menyangkut keterbatasan ekonomi keluarga sehingga uang yang tersedia tidak cukup untuk membeli makanan. Sedangkan faktor internal adalah faktor yang terdapat didalam diri bayi yang secara psikologis muncul sebagai problema makan pada bayi.
Intake gizi yang baik berperan penting di dalam mencapai pertumbuhan badan yang optimal. Dan pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan otak yang sangat menentukan kecerdasan seseorang.
Faktor yang paling terlihat pada lingkungan masyarakat adalah kurangnya pengetahuan ibu mengenai nutrisi yang harus dipenuhi bayi pada masa pertumbuhan. Ibu biasanya justru membelikan makanan yang enak kepada anaknya tanpa tahu apakah makanan tersebut mengandung nutrisi yang cukup atau tidak, dan tidak mengimbanginya dengan makanan sehat yang mengandung banyak nutrisi.
  1. Tujuan
Adapun tujuan dibuatnya penulisan ini yaitu :
  1. Untuk mengenal lebih jelas tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi pada bayi.
  2. Menu makanan ideal untuk bayi.
  3. Faktor yang mempengaruhi status nutrisi bayi.
  4. Masalah-masalah yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi bayi.
























BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
  1. KEBUTUHAN NUTRISI
Sepanjang tahun pertama, berat badan bayi naik 3 kali lipat, dan otaknya tumbuh sangat cepat. Sejalan dengan itu, peningkatan kebutuhan nutrisi sepanjang periode ini lebih cepat dibandingkan periode-periode lain dalam kehidupannya. Pada masa pertumbuhan yang cepat inilah proses menyapih dimulai.
Unsur-unsur gizi utama wajib dalam makanan sapihan bernutrisi:
  • PROTEIN
Protein sangat penting untuk pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh. Beberapa sumber protein berkualitas tinggi adalah: ayam, ikan, daging, babi, domba, kalkun, dan hati. Beberapa sumber protein nabati adalah: kelompok kacang polong (misalnya buncis, kapri, dan kedelai), kacang-kacangan, dan biji-bijian.
  • KARBOHIDRAT
Karbohidrat memberikan energi kepada bayi. Sereal dan roti merupakan sumber karbohidrat yang baik. Sebaiknya orangtua memilih sereal yang diperkaya zat besi, terutama untuk bayi yang disusui, untuk mencegah timbulnya anemia karena kekurangan zat besi.
  • NUKLEOTIDA
Nukleotida meningkatkan respons imun dan memperkecil kemungkinan terjadinya diare pada bayi. Sekalipun tubuh dapat memproduksi nukleotida, bayi-bayi tetap membutuhkan penambahan nukleotida untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhannya yang cepat. Makanan pada awal masa sapih bukan sumber nukleotida yang baik. Beberapa susu-lanjutan telah diperkaya dengan nukleotida.
  • AA dan DHA
Asam arakhidonat (AA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA) adalah dua asam lemak penting, khususnya dalam masa pertumbuhan otak bayi yang berlangsung sangat pesat selama 6 bulan kedua kehidupan. Pada periode ini, AA dan DHA berperan besar dalam perkembangan mental dan daya lihat bayi. Karena sebagian besar makanan sapihan mengandung sedikit AA dan DHA, susu-lanjutan yang diperkaya dengan AA dan DHA akan menjadi sumber penting dua asam lemak ini.
  • VITAMIN dan MINERAL
Vitamin dan mineral sangat diperlukan agar tubuh dapat berfungsi dan tumbuh secara normal. Buah-buahan serta sayuran adalah sumber yang sangat baik dari vitamin dan mineral. Bila anda memilih menyiapkan sendiri daripada membeli makanan bayi komersial, gunakanlah buah dan sayuran segar atau yang dibekukan. Hindari produk kalengan karena sudah ditambahi gula atau garam.

  1. BEBERAPA VITAMIN DAN MINERAL PENTING:
Vitamin C:
Anak-anak dapat memperoleh vitamin C dari jeruk dan berbagai sayuran. Mereka memerlukan vitamin C untuk membentuk beberapa zat kimia dan menggerakkan zat kimia lain
(salah satu anggota grup vitamin B, misalnya) agar dapat digunakan tubuh. Vitamin C juga membantu penyerapan zat besi. Mereka yang kekurangan vitamin C bisa menderita kelemahan tulang, anemia, dan gangguan kesehatan lainnya.
Vitamin D:
Sinar matahari membantu tubuh membuat sendiri vitamin D, bahkan pada sejumlah anak, kebutuhan vitamin  ini sudah terpenuhi dengan bantuan sinar matahari. Vitamin D sangat penting karena membantu kalsium masuk ke tulang. Inilah sebabnya mengapa vitamin D kadang ditambahkan ke dalam susu sapi (disebut susu yang telah “diperkaya”). Sayangnya, banyak produk susu olahan yang digemari anak-anak justru tidak diperkaya dengan vitamin D. Keju dan yogurt  kaya kalsium tetapi tidak mengandung vitamin D. Makanan yang diperkaya vitamin D lebih baik daripada suplemen vitamin.
Anak-anak yang mengkonsumsi diet rendah vitamin D bisa menderita ricketsia, suatu penyakit yang melemahkan tulang atau menjadikan tulang cacat.
Vitamin A:
Vitamin ini membantu perkembangan daya lihat bayi. Juga berperan dalam proses kerja sel tulang. Anak-anak yang kekurangan vitamin A akan menderita rabun senja serta gangguan pertumbuhan. Mereka juga rentan terhadap infeksi. Sumber vitamin A antara lain: telur, keju, dan hati.
Vitamin B-kompleks:
Semua vitamin B membantu produksi energi, dan membantu terbentuknya sel-sel otak bayi. Vitamin B1 dan niasin (salah satu anggota B-kompleks) membantu sel tubuh menghasilkan energi. Vitamin B6 membantu tubuh melawan penyakit dan infeksi. B12 digunakan dalam pembentukan sel darah merah. Kecukupan vitamin B-kompleks membantu mencegah kelambatan pertumbuhan, anemia, gangguan penglihatan, kerusakan syaraf, dan gangguan jantung. Makanan seperti misalnya roti, padi-padian, dan hati banyak mengandung vitamin B-kompleks. Setiap anggota vitamin B-kompleks bersumber dari makanan tertentu misalnya: B1 dari kacang buncis dan daging babi; B12 dari daging, ikan, telur, dan susu.
Zat besi:
Banyak proses dalam tubuh yang membutuhkan zat besi, termasuk diantaranya mengangkut oksigen ke dalam sel. Pertumbuhan fisik dan mental bayi yang berlangsung sangat cepat menyebabkan kebutuhan zat besi pun bertambah banyak. Sayangnya, makanan padat masa sapih serta susu sapi hanya mengandung sedikit zat besi. Selain jumlahnya sedikit, zat besi dalam susu sapi pun sulit diserap oleh tubuh bayi. Fakta menunjukkan adanya kaitan yang erat antara penggunaan susu sapi dengan defisiensi zat besi dan anemia yang terjadi pada anak-anak sampai usia 24 bulan. Defisiensi zat besi pada awal kehidupan anak berakibat buruk pada perkembangan mentalnya, yang tidak dapat diperbaiki lagi. Untuk memastikan asupan cukup zat besi, para ahli merekomendasikan penggunaan susu-lanjutan yang diperkaya dengan zat besi. PROMIL GOLD telah diperkaya dengan zat besi dalam jumlah yang tepat untuk membantu mencegah defisiensi mineral ini.
Seng:
Banyak hormon dan zat kimia tubuh yang disebut enzim dapat berfungsi dengan adanya seng. Mineral seng juga berperan dalam pertumbuhan bayi.
Kalsium:
Kalsium adalah mineral yang diperlukan dalam pertumbuhan tulang. Menurut penelitian, anak-anak harus mendapatkan kalsium dalam jumlah cukup melalui makanan untuk mengurangi resiko patah tulang bila terjadi kecelakaan di kemudian hari.
Air susu ibu menyediakan keuntungan nutrisi, antiviral, antibakteri dan psikososial bagi bayi. Walaupun fakta bahwa ia ASI ditingkatkan,hanya kira-kira 50% ibu memilih untuk memberikan ASI . ASI terdiri dari antibody untuk melindungi melawan virus dan bakteri.Bayi yang minum ASI memerlukan suplemen vitamin D.suplemen lain yang memungkinkan termasuk vitamin K,zat besi dan forida walaupun penggunaanya kontrolvesial.

  1. BAYI YANG MINUM SUSU BOTOL
Formula bayi dirancang untuk mengandung kurang lebih komposisi nutrien dari ASI.Protein dalam formula disediakan seperti air mendidih,kedele.susu sapi asli,kasein,hidrolisat,atau elemen asam amino madu dan sirup jagung adalam sumber toksin botulisme dan jangan digunakan untuk diet bayi.

  1. PENGENALAN MAKANAN PADAT
Susu ASI atau formula memberikan nutrisi yang cukup untuk 4 hingga 6 bulan pertama kehidupan.perkembangan ketrampilan motorik pada tangan dan jari-jari yang baik memparalelkan minat anak pada makanan dan makan sendiri.sereal yang diperkaya zat besi khususnya diperkenankan makanan pertama yang semi padat.

Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi. Tidak ada satu pun makanan lain yang dapat menggantikan ASI
Pada usia 0-6 bulan, bayi cukup diberi ASI saja (pemberian ASI Eksklusif), karena produksi ASI pada periode tersebut sudah mencukupi kebutuhan bayi untuk tumbuh kembang yang sehat.
ASI Eksklusif yaitu kondisi bayi hanya diberi air susu ibu saja tanpa tambahan cairan atau makanan lain.
E. PERTIMBANGAN MENYUSUI SECARA EKLUSIF:
        1. ASI mengandung zat gizi yang ideal dan mencukupi untuk menjamin tumbuh kembang sampai umur 6 bulan. Bayi yang mendapat makanan lain, misalnya nasi lumat atau pisang hanya akan mendapat banyak karbohidrat, sehingga zat gizi yang masuk tidak seimbang. Terlalu banyak karbohidrat menyebabkan anak lebih mudah kegemukan dengan segala akibatnya.
        2. Bayi dibawah usia 6 bulan belum mempunyai enzim pencernaan yang sempurna, sehingga belum mampu mencerna makanan dengan baik.
        3. Ginjal bayi yang masih muda belum mampu bekerja dengan baik. Makanan tambahan termasuk susu sapi biasanya mengandung banyak mineral yang akan memberatkan fungsi ginjal bayi yang belum sempurna.
        4. Makanan tambahan mungkin mengandung zat tambahan yang berbahaya bagi bayi, misalnya zat pewarna dan zat pengawet.
        5. Bahan tambahan bagi bayi dapat menimbulkan alergi kegagalan pemberian ASI eksklusif akan menyebabkan berkurangnya jumlah sel-sel otak bayi sebanyak 15-20%, sehingga menghambat perkembangan kecerdasan bayi pada tahap selanjutnya.

F. JENIS MAKANAN:
Untuk permulaan, bayi sebaiknya diperkenalkan satu per satu jenis makanan sampai ia mengenalnya dengan baik. Tunggu paling tidak empat hari sebelum memperkenalkan jenis makanan yang lain. Sehingga bayi akan benar-benar mengenal dan dapat menerima jenis makanan yang baru,orangtua dapat mengetahui ada tidaknya reaksi alergi pada bayi:

G. JADWAL MAKAN:
Jadwal waktu makan harus luwes atau sesuai dengan keadaan lapar atau haus yang berkaitan dengan keadaan pengosongan lambung. Dengan demikian, saluran cerna bayi lebih siap untuk menerima, mencerna, dan menyerap makanan pada waktu-waktu tertentu.

  1. MAKANAN UNTUK BADUTA
Sampai umur 6 bulan
  • Berikan ASI sesuai keinginan anak,paling sedikit 8 kali sehari,siang maupun malam.
  • Jangan diberikan makanan/minuman lain selain asi.
Umur 6 sampai 8 bulan
  • Berikan ASI sesuai keinginan anak,paling sedikit 8 kali sehari,siang maupun malam
  • Beri makanan pendamping ASI 2 kali sehari,tiap kali 2 sendok makan.
  • Pemberian makanan pendamping ASI dilakukan setelah pemberian ASI.
  • Perkenalkan anak 1 bulan kemudian dengan makanan pendamping ASI seperti:bubur tim lumat/lembik ditambah kuning telur/ayam/ikan/tempe/tahu/daging sapi/wortel/bayam/kacang hijau/santan/minyak.
Umur 8 sampai 12 bulan
  • Berikan ASI sesuai keinginan anak.
  • Berikan bubur nasi ditambah telur/ayam/ikan/tempe/tahu/daging sapi/wortel/bayam/kacanghijau/santan/minyak.
  • Makana tersebut diberikan 3 kali sehari pada umur 8 bulan,setiap kali makan diberikan umur 8 sendok makan,selanjutnya sesuai kemampuan anak.
  • Berikan makanan selingan 2 kali sehari diantara waktu makan.seperti:bubur kacang hijau,pisang,biscuit,nagasari,dsb.
Pembuatan makanan bayi di rumah:
  1. buah-buahan, sayuran, daging segar atau beku.
  2. Masaklah makanan ini dengan sedikit mungkin air, dan jangan terlampau matang.
  3. Jangan tambahkan gula atau garam.
  4. Pada awal pemberian hancurkan makanan diblender atau penggiling makanan.
  5. Bekukan makanan yang telah disiapkan pada rak pembuat es untuk penggunaan nantinya.

I. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECUKUPAN ZAT GIZI BAYI:
memelihara dan mempertahankan jaringan tubuh
  • pembentukan jaringan baru
  • variasi individual
  • aktivitas tubuh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar